JAKARTA, KOMPAS.com -Perkebunan teh Indonesia yang dulu mengalami masa kejayaan kini terpuruk. Dalam 10 tahun terakhir luas lahan perkebunan teh di Indonesia berkurang 30.000 hektar atau saat ini tersisa 120.000 hektar. Ekspor teh terus menurun, sedangkan impor terus naik.Hal itu terungkap dalam rapat tahunan anggota Dewan Teh Indonesia dan Dialog Teh Nasional Tahun 2013, Selasa (26/11/2013), di Jakarta. Acara dibuka Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan.
Ketua Umum Dewan Teh Indonesia Rachmat Badruddin mengatakan, saat ini anggaran untuk pengembangan teh nasional meningkat dari semula hanya Rp 5 miliar per tahun menjadi Rp 48 miliar. Meski demikian, anggaran tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas teh nasional.
Dia mengimbau para petani yang menjadi sasaran program pemberdayaan pengembangan teh turut berpartisipasi dengan sungguh-sungguh. ”Kalau mental petani hanya meminta dan tidak ada upaya kuat mengubah nasib sendiri, dana yang besar itu tidak akan banyak gunanya,” katanya.
Akan lebih baik kalau pengembangan industri teh nasional mengintegrasikan dari hulu ke hilir.
”Yang penting apakah terlintas di benak kita semua untuk menjadikan industri teh nasional maju. Berbagai industri teh dunia juga kesulitan bahan baku, ini peluang bagi Indonesia,” katanya.
Menurut Rusman, perlu kolaborasi lintas sektoral untuk pengembangan industri teh nasional. Tidak hanya Kementerian Pertanian yang mengurusi masalah budidaya, tetapi juga Kementerian Perindustrian
yang mengurusi masalah pengolahan.
Rusman mengatakan, saat ini, lahan teh nasional hanya tersisa 120.000 hektar. Produksi teh 150.000 ton per tahun teh kering dengan ekspor 80.000 ton. Impor teh 20.000 ton dan terus meningkat setiap tahun. ”Lama-lama akan terjadi keseimbangan neraca perdagangan teh sebelum akhirnya Indonesia akan defisit,” katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton J Supit mengatakan, dibandingkan dengan tanaman perkebunan mana pun, penyerapan tenaga kerja di perkebunan teh tidak tertandingi. Keberadaan tanaman teh di pegunungan dan sistem perakaran yang kuat mampu menahan banjir.
Perkebunan teh juga merupakan magnet pariwisata yang menjanjikan dan penyumbang devisa dari ekspor. Dalam dua tahun belakangan terjadi kelebihan pasokan teh di pasar dunia. Komoditas teh Indonesia kalah bersaing sehingga perusahaan perkebunan teh Indonesia banyak yang merugi. (MAS)
Komentar : seharusnya impor teh harus dikurangi. Dan kita harus memperluas ladang perkebunan teh. Jangan malah berkurang. Disaat ini malah kesempatan Indonesia untuk mengekspor teh dapat meningkat demi mendapatkan penjualan yg baik. Selain itu perkebunan teh ini juga dapat mengurangi banjir. Usahapun harus ada demi meningkatkan pertumbuhan teh ini.
sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/27/0728450/Teh.Indonesia.Terpuruk
Total Tayangan Halaman
Desember 28, 2013
RI Pulangkan Udang asal Malaysia
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia kian memperketat masuknya produk udang dari luar negeri demi mencegah penyakit sindrom kematian dini atau early mortality syndrome(EMS) masuk Indonesia.
Terbukti mengandung EMS, September lalu, badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan menolak udang dari Malaysia dan memutuskan untuk mengembalikan udang tersebut. Total udang yang re-ekspor itu mencapai 43 ton atau sekitar Rp 2,15 miliar dengan asumsi udang per kilo Rp 50.000 per kilo gram.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, adanya sistem karantina terintegrasi dari hulu dan hilir dengan konsep biosecurity memperkecil penyakit seperti EMS masuk ke Indonesia lewat produk perikanan.
Apalagi, selain terbukti membawa penyakit EMS, produk udang asal Malaysia juga tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 26/KEPMEN-KP/2013 yang berlaku sejak 20 Juni 2013.
Dalam Kepmen tersebut secara tegas disebutkan larangan importasi produk udang baik hidup maupun beku dari negara-negara yang positif terjangkit EMS.
Lampiran aturan itu juga menyebutkan, ada tiga jenis udang dari empat negara yang tidak boleh masuk ke Indonesia. Yakni udang jenis Litopenaeus vannamei (udang vannamei), Penaeus monodon (udang windu) dan Penaeus Chinensis.
Adapun negara asal udang yang dilarang masuk adalah China, kemudian Malaysia, Vietnam serta Thailand.
Makin meluas
Sekadar mengingatkan, penyakit EMS pertama kali muncul di China pada tahun 2009. Penyakit ini kemudian menyebar ke Vietnam pada tahun 2010, dan ke Malaysia di tahun 2011.
Merebaknya penyakit ini pula yang mengakibatkan penurunan produksi udang Malaysia sekitar 30.000 ton atau hanya 42% dari produksi tahun 2011.
Di tahun 2012, penyakit EMS ini juga menyerang Thailand. Kemudian, EMS juga telah menjangkiti usaha budidaya udang di Meksiko pada Mei 2013. Bahkan, India juga ikut terjangkit penyakit ini.
Meski belum ada peraturan tertulis soal larangan udang dari India dan Meksiko, impor udang ataupun indukan dari dua negara ini sudah dihentikan. Salah satu sumber indukan udang yang saat ini negaranya bebas EMS adalah Hawai.
Narmoko Prasmadji Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementrian mengatakan, penularan penyakit EMS ini dapat terjadi melalui beberapa cara mulai dari air hingga pakan. "Oleh sebab itu, kita akan terus kuatkan inspeksi," kata Narmoko memberi alasan.
Saat ini, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga sedang menggodok peraturan menteri perikanan dan kelautan yang melarang segala macam produk udang mulai dari udang indukan, benih udang dan pakan hidup untuk udang. Namun, aturan ini kini masih disempurnakan di biro hukum KKP.
Selama ini produk udang masih menjadi andalan ekspor perikanan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai ekspor produk udang pada semester I 2013 mencapai 723,6 juta dollar AS atau 36,7 persen dari total ekspor produk perikanan yang mencapai 1,97 miliar dollar AS.
Hingga semester I tahun ini volume produksi udang Indonesia telah mencapai 320.000 ton, mengalami peningkatan 26,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 252.800 ton. Dengan melihat kinerja produksi tersebut, KKP optimistis target produksi udang di tahun ini sebanyak 608.000 bisa tercapai. (Handoyo)
Komentar : penyakit EMS ini cukup diwanti wanti oleh Indonesia. Secara perlahan sudah mulai ke beberapa Negara melewati salah satu bagian yg diekspor yaitu udang. Bagian perikanan harus semakin waspada dengan bahan2 yg diekspr dari luar. Demi menjaga kesehatan Negara dari serangan penyakit EMS ini.
sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/27/0802063/RI.Pulangkan.Udang.asal.Malaysia
Orang Kaya Dilarang Beli Rumah Murah untuk Investasi
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat sedang menggodok pembentukan badan pengawas untuk mencegah masyarakat menengah ke atas membeli rumah murah. Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Kementerian Perumahan Rakyat Maharani menilai, masyarakat menengah ke atas membeli rumah murah hanya untuk berinvestasi.
Padahal, sasaran pemerintah dalam pembangunan rumah murah adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Rumah MBR jadi investasi, itu tidak tepat sasaran. Ternyata yang beli masyarakat menengah atas," ujar Maharani, Selasa (26/11/2013).
Dengan adanya badan pengawas, Maharani menjamin rumah untuk MBR bisa tepat sasaran. Bahkan, masyarakat kelas atas yang ketahuan membeli rumah murah akan dikenakan sanksi tegas. Ini karena badan pengawas akan disahkan melalui undang-undang.
"Dalam UU pengawasan permukiman, sudah diatur sanksi bagi pelaku pembangunan dan pemilik rumah," ucap Maharani.
Kini, Kementerian Perumahan Rakyat masih menggodok rancangan peraturan pemerintah (RPP) untuk membentuk badan pelaksana pembangunan perumahan.
"Pembentukan badan pelaksana (dilakukan) karena selama ini developer seperti enggan membangun rumah MBR," kata Maharani. (Adiatmaputra Fajar Pratama)
Komentar : dalam pembangungan rumah MBR ini, pemerintah mempunyai sasaran bagi masyarakat yg gaji nya berkecukupan. Jika masyarakat kelas menengah ke atas yg membelinya, percuma juga usaha pemerintah ini. Dimohon untuk mengerti dan tidak mengambil kesempatan dalam kasus ini. Badan pengawas juga harus teliti dan tegas dalam membantu upaya pemerintah ini.
SUMBER:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/27/1102283/Orang.Kaya.Dilarang.Beli.Rumah.Murah.untuk.Investasi.
Presiden SBY: Alhamdulillah, Ekonomi Indonesia Terus Tumbuh
JAKARTA, KOMPAS.com
- Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini membuka Kompas 100 CEO Forum, yang dihelat di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Dalam forum bertajuk "Perhelatan Politik dan Momentum Menjaga Pertumbuhan Ekonomi" tersebut, SBY menyampaikan empat pandangannya tentang perekonomian Indonesia.
"Pertama, sejumlah realitas, tren, dan tesis, kalau kita bicara ekonomi, saya ingin kita berangkat dari cara pandang yang relatif sama. Meskipun dunia bergejolak, Alhamdulillah ekonomi Indonesia terus tumbuh," kata SBY, di Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Kedua, lanjut SBY, jika permasalahan mendasar yang menghambat pertumbuhan ekonomi bisa dituntaskan, sebetulnya perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi.
Ketiga, Presiden mendorong agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para ekonom untuk tekun, sabar dalam mengelola ekonomi Indonesia.
Presiden juga memandang, perekonomian Indonesia setiap saat bisa mengalami gejolak, di luar karena faktor eksternal. Bahkan katanya lagi, saat inipun ia merasakan ada gejolak ekonomi.
Dari empat pandangannya itu, ia menyampaikan empat poin pertanyaan penting yang bisa didiskusikan dalam forum yang juga dihadiri oleh 11 elit partai politik itu.
"Dari empat pandangan tadi, saya garisbawahi bagaimana kita mengelola ekonomi di akhir 2013 dan menjaga pertumbuhan ekonomi di tahun pemilu. Ada empat poin pertanyaan, pertama, ada apa dengan ekonomi kita? Seberapa besar tekanan yang kita alami? Langkah apa yang akan kita lakukan? Dan apa yang kita harapkan, meski politik akan memanas karena Pemilu, agar ekonomi tumbuh, dan pertumbuhan terjaga," sebut SBY.
Usai menyampaikan pidatonya soal perekonomian bangsa tersebut, Presiden menekan tombol sebagai tanda Kompas 100 CEO Forum dibuka. Turut mendampingi SBY membuka resmi forum, yakni Pemimpin Umum Kompas Jakob Oetama, CEO Kompas Gramedia Agung Adi Prasetyo, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Komentar : 2 periode SBY menjabat sebagai presiden Indonesia memang perekonomian di Negara kita sedikit demi sedikit meningkat. Hutang Indonesia pun sedikit demi sedikit mulai berkurang. Saat ini Indonesia mempunyai kesempatan untuk memperbaiki pertumbuhan ekonominya.
sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/27/1145461/Presiden.SBY.Alhamdulillah.Ekonomi.Indonesia.Terus.Tumbuh
- Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini membuka Kompas 100 CEO Forum, yang dihelat di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Dalam forum bertajuk "Perhelatan Politik dan Momentum Menjaga Pertumbuhan Ekonomi" tersebut, SBY menyampaikan empat pandangannya tentang perekonomian Indonesia.
"Pertama, sejumlah realitas, tren, dan tesis, kalau kita bicara ekonomi, saya ingin kita berangkat dari cara pandang yang relatif sama. Meskipun dunia bergejolak, Alhamdulillah ekonomi Indonesia terus tumbuh," kata SBY, di Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Kedua, lanjut SBY, jika permasalahan mendasar yang menghambat pertumbuhan ekonomi bisa dituntaskan, sebetulnya perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi.
Ketiga, Presiden mendorong agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para ekonom untuk tekun, sabar dalam mengelola ekonomi Indonesia.
Presiden juga memandang, perekonomian Indonesia setiap saat bisa mengalami gejolak, di luar karena faktor eksternal. Bahkan katanya lagi, saat inipun ia merasakan ada gejolak ekonomi.
Dari empat pandangannya itu, ia menyampaikan empat poin pertanyaan penting yang bisa didiskusikan dalam forum yang juga dihadiri oleh 11 elit partai politik itu.
"Dari empat pandangan tadi, saya garisbawahi bagaimana kita mengelola ekonomi di akhir 2013 dan menjaga pertumbuhan ekonomi di tahun pemilu. Ada empat poin pertanyaan, pertama, ada apa dengan ekonomi kita? Seberapa besar tekanan yang kita alami? Langkah apa yang akan kita lakukan? Dan apa yang kita harapkan, meski politik akan memanas karena Pemilu, agar ekonomi tumbuh, dan pertumbuhan terjaga," sebut SBY.
Usai menyampaikan pidatonya soal perekonomian bangsa tersebut, Presiden menekan tombol sebagai tanda Kompas 100 CEO Forum dibuka. Turut mendampingi SBY membuka resmi forum, yakni Pemimpin Umum Kompas Jakob Oetama, CEO Kompas Gramedia Agung Adi Prasetyo, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Komentar : 2 periode SBY menjabat sebagai presiden Indonesia memang perekonomian di Negara kita sedikit demi sedikit meningkat. Hutang Indonesia pun sedikit demi sedikit mulai berkurang. Saat ini Indonesia mempunyai kesempatan untuk memperbaiki pertumbuhan ekonominya.
sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/27/1145461/Presiden.SBY.Alhamdulillah.Ekonomi.Indonesia.Terus.Tumbuh
Chatib Basri: Harga Naik, Kuota BBM Subsidi Terjaga
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia selalu mengalami defisit, salah satunya karena tingginya importasi minyak mentah (crude) serta Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya produksi dalam negeri tidak mencukupi permintaan yang hanya 830.000 barel per hari (bph), sedangkan kebutuhan mencapai 1,3 juta bph.
Guna mengurangi tingginya importasi minyak mentah dan BBM, Pemerintah pada bulan Juli lalu menaikan harga BBM bersubsidi untuk Premium sebesar Rp6.500 per liter dan Solar sebesar Rp5.500 per liter yang sebelumnya Rp4.500 per liter.
Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan dengan kenaikan harga BBM subsidi, selain mengurangi importasi BBM namun mampu menjaga kuota BBM subsidi yang dipatok tahun ini mencapai 48 juta kiloliter (kl).
"Dengan kenaikan ini kuota BBM subsidi terjaga," ungkap Chatib saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Chatib menjelaskan, biasanya pada bulan Oktober tahun-tahun sebelumnya, pemerintah sudah meminta penambahan kuota BBM subsidi untuk pemenuhan sampai akhir tahun.
"Kaya tahun lalu aja, pemerintah minta penambahan kuota, tapi sekarang udah enggak minta. Ini cara pemerintah agar menekan tingginya importasi," tuturnya.
Komentar : kenaikan harga BBM ini awalnya memang banyak yg tidak menyetujuinya. Tapi kenaikan BBM ini memang memberi dampak positif bagi Indonesia. Inti dari keinginan pemerintah sebenarnya hanya ingin mengurangi pemakaian BBM. Banyak transportasi umum yg digerakkan oleh pemerintah karena menyangkut BBM ini juga. Maka pakailah BBM secara bijak.
sumber:
http://economy.okezone.com/read/2013/11/27/19/903575/chatib-basri-harga-naik-kuota-bbm-subsidi-terjaga
Langganan:
Postingan (Atom)